Daerah

513 Warga di Aceh Timur Terdampak Bau Gas Dievakuasi, DPR Desak Medco Bertanggung Jawab

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Anwar Idris mendesak pemerintah dan PT Medco E&P segera menangani bau gas yang membuat ratusan warga di beberapa desa di Kecamatan Banda Alam Aceh Timur dievakuasi dan sebagian mengalami keracunan yang harus dirawat di rumah sakit.

“Kami meminta Pemerintah khususnya Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) untuk segera turun tangan untuk mengecek dan mengatasi kejadian bau gas yang membuat masyarakat menjadi korban,” kata Anwar yang merupakan legislator asal Aceh tersebut.

Ia juga meminta agar pemerintah tegas menindak dan memberi sangsi kepada PT Medco E&P Malaka yang mengelola sumur minyak dan gas yang menimbulkan bau beracun tersebut. Ia menyesalkan kelalaian PT Medco E&P Malaka yang lalai serta menyebabkan kecelakaan dan kebocoran gas.

“Harusnya PT Medco mengedepankan kesehatan masyarakat dengan mengkaji dampak positif dan negatifnya dengan mengadakan penelitian ilmiah terkait dampak sumur bor ini terhadap lingkungan,” tambah Anwar.

Kini setelah musibah terjadi, PT Medco diminta bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Perusahaan PT Medco harus melakukan pendampingan dalam proses pengobatan dan memberikan konpensasi kepada warga yang terpaksa dievakuasi dari rumah-rumah mereka. Perusahaan juga wajib melakukan perbaikan tata kelola

“Jangan hanya karena investasi tapi merusak lingkungan dan warga jadi korban,” pungkas Anwar.

Sebelumnya, sebanyak 513 warga Desa Panton Rayeuk Sa, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam, Minggu (27/6/2021). Warga terpaksa mengungsi karena merasa mual dan muntah-muntah setelah mencium bau gas.

Awalnya, gas tersebut diduga berasal dari PT Medco E&P Malaka yang lokasinya tak jauh dari desa tersebut.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close