NasionalPolitik

Aliansi Mahasiswa Jakarta Sebut Nizar Dahlan Tidak Paham Hukum

Jakarta – Ketua Presidium Aliansi Mahasiswa Jakarta Yogi Akbar Menilai bahwa Nizar Dahlan belum memahami apa itu gratifikasi seperti yang dituduhkan kepara Plt. Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa hingga pelaporan ke KPK.

“Nizar dalam laporannya ke KPK itu menyebutkan jika pemakaian pesawat jet oleh pimpinan salah satu partai adalah gratifikasi, padahal itu tidak masuk kedalam gratifikasi,” jelasnya.

Dikatakannya, bahwa pemakaian jet tersebut sudah ditegaskan pihak PPP bukan atas perjalanan kedinasan melainkan pada hari libur, yaitu Sabtu dan Minggu.

“Berarti ini bukan memakai fasilitas atau dibiayai oleh negara,” jelasnya.

Yogi menyesalkan pelaporan Nizar ke KPK serta pemberitaannya yang ramai di media, sebagai orang yang mengaku politisi dari PPP seharusnya dia lebih bijak dan mengkonfirmasi terlebih dahulu kejadian itu ke Plt. Ketum PPP.

“Kalau sudah ada pelaporan dan mengumbar ke media dan tanpa konfirmasi sedangkan tidak terbukti inikan jatuhnya fitnah,” jelasnya.

Yogi juga mengungkapkan jika Nizar Dahlan ini ternyata politisi kutu loncat, sebelum di PPP Nizar pernag menjadi anggota DPR RI dari PBB.

“Politisi seperti ini tidak sehat untuk sebuah partai, saran saya ke PPP sebaiknya orang seperti ini jangan dipelihara,” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan penelusarannya, Nizar Dahlan juga ternyata beberapa kali berurusan dengan hukum. Berdasarkan situs resmi Mahkamah Agung, Pengadilan Negeri Sampit pernah menvonis Nizar dalam kasus penipuan dan mendapatkan hukuman pidana penjara selama dua tahun. Vonis itu disampaikan dalam putusan PN Sampit Nomor 522/Pid.B/2015/PN Spt tertanggal 11 Mei 2016.

Saat masih menjadi anggota DPR dari PBB, Nizar juga pernah disebut menerima aliran dana dari proyek pengadaan Solar Home System (SHS) tahun anggaran 2007-2008. Fakta persidangan itu terungkat pada persidangan dengan terdakwa Kosasih Abbas di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pada Januari 2013.

“Yang menjadi kajian, apa sebenarnya motif dari Nizar Dahlan tiba-tiba muncul jelang muktamar PPP dan seolah menjatuhkan PPP seolah tidak suka dengan partai Islam ini,” pungkasnya. (*)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close