Politik

Jelang Muktamar, PPP Kunjungi Parmusi Minta Saran Majukan Partai

Jakarta – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam mengatakan jika Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah momen yang tepat untuk mengembalikan kejayaan partai.

“Ini momentum yang tepat untuk mengembalikan kejayaan PPP terutama pada Pemilu 2024 nanti untuk mencapai 3 besar,” ungkap Usamah saat menerima kunjungan PPP dalam roadshow panitia Steering Comitee (SC) Muktamar partai berlambang ka’bah itu di Rumah Dakwah Parmusi, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2020).

Untuk meraih itu, kata dia muktamar ke IX PPP ini juga harus menjadi momentum yang strategis di dalam upaya melakukan revitalisasi implementasi visi dan misi perjuangan PPP diantaranya adalah dengan 3 hal.

“Pertama, mengembalikan nilai-nilai orientasi 5 khidmat dan 6 prinsip perjuangan partai dalam sikap prilaku akhlak para kader,” papar Usamah.

Kedua, lanjutnya, adalah mengembalikan khittah partai kepada PPP tahun 1973 secara struktural dimana ada sistem presidensial dan di dalam sistem tersebut ada perwakilan-perwakilan fusi partai sebagai pengawas.

“Ketiga bagaimana agar unsur-unsur fusi partai kembali diberi peran di dalam mitra strategis untuk membesarkan PPP,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP Fernita Darwis yang juga sebagai perwakilan dari Steering Committee (SC) Muktamar mengatakan Parmusi merupakan ibu kandung PPP yang harus dihormati dan didengarkan rekomendasi-rekomendasinya oleh PPP.

Dikatakan Fernita, sebagai anak kandung dari Parmusi, PPP meminta arahan dari para tokoh fusi partai terutama yang harus dilakukan PPP kedepan serta rekomendasi-rekomendasi yang harus disampaikan pada muktamirin di forum Muktamar nanti.

“Apa yang didiskusikan akan dibentuk sebagai rekomendasi yang akan dibawa di Muktamar. Ini merupakan rekomendasi yang mewakili fusi partai,” pungkasnya. (*)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close