Nasional

Anggota MPR RI Ingatkan Pelajar Waspadai Ideologi yang Lemahkan Pancasila

Jakarta – Anggota MPR RI Arsul Sani mengingatkan pelajar dan santri agar mewaspadai ideologi trans nasional yang bisa melemahkan keutuhan Pancasila. Hal itu disampaikan saat mengisi kegiatan sosialisasi 4 Pilar kebangsaan bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama.

Arsul juga menyampaikan pentingnya peranan pelajar dan santri dari sejak dulu saat mewujudkan kemerdekaan Republik Indondonesia hingga saat sekarang ini.

Pemaparan tersebut diungkapkan di hadapan ratusan santri dan pelajar yang mengikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama PC IPNU se Dapil Jawa Tengah X (Kab. Batang, Kab. Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kab. Pemalang), pada Rabu (1/7/2020).

PC IPNU Kab. Batang menyimak sosialisasi Empat Pilar MPR RI secara virtual

“Saat ini baik santri ataupun pelajar harus memahami secara utuh sejarah ideologi bangsa, yakni Pancasila sebagai salah satu upaya melawan ideologi trans nasional yang masuk dan berkembang di Indonesia. Sehingga pelajar memiliki pemahaman yang utuh,” kata Politisi PPP itu.

Kagiatan yang dilakukan juga secara virtual, Arsul menambahkan, pemahaman terhadap Pancasila secara utuh juga agar santri dan pelajar tidak mudah terprovokasi dan dapat mengambil sikap strategis dan sehingga bisa mengejawantahkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Saat ini banyak berkembang isu-isu dengan mengatasnamakan Ideologi populer, namun diduga justru dapat mengancam Ideologi bangsa. Sehingga kita jangan mudah terkecoh dengan isu-isu tersebut,” papar katanya.

Dikatakannya, saat ini di tengah maraknya ideologi trans nasional yang berkembang di tengah-tengah masyarakat ancaman lain berupa mengadu domba masyarakat melalui isu pelemahan Pancasila dengan adanya RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

“Kita harus memahami prosedur legislasi nasional, bahwa yang namanya RUU HIP pasti berkembang isinya dan bisa saja ditolak, tidak benar parlemen menginginkan pelamahan pada Pancasila. Justru sebaliknya pada awal pembahasan legislasi, RUU tersebut esensinya ingin memperkuat upaya pemerintah dalam pembinaan Pancasila.” tegas Arsul.

Sementara itu, Wakil Ketua PP Pergunu, Aris Adi Leksono mengungkapkan penguatan dan mejaga ideologi Pancasila juga bisa dilakukan melalui media sosial.

“Saat ini ideologi trans nasional masuk dan berkembang melalui medoa sosial, oleh karena itu tugas pelajar adalah mempelajari Pancasila secara utuh kemudian melakukan counter terhadap pemahaman-pemahaman yang melemahkan Pancasila termasuk ideologi trans nasional melalui media sosial tersebut,” pungkasnya. (*)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close