NasionalNews

Infografis Asal-Asalan, Kaukus Muda PPP Desak TV One Minta Maaf

Jakarta – Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Ja’far Shodiq menyayangkan TV One membuat infografis asal-asalan dengan menyebut PPP sebagai salah satu dari tiga partai yang mendukung pembahasan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Dalam infografis itu PPP disebut bersama PDIP dan Golkar mendukung RUU HIP sedangkan Nasdem, PKB, PAN, PKS, dan Demokrat menolak RUU HIP.

“TV One menyebarkan berita berdasarkan daya hayalan mereka sendiri dengan menyebut PPP mendukung pembasahan RUU HIP. Ini fitnah dan hoax. TV One harus minta maaf kepada kader PPP,” kata Ja’far.

Contoh nyata bahwa tim TV One asal-asal membuat infografis bukan hanya terlihat pada pengelompokan partai politik, namun juga dalam menyebut komposisi kursi di DPR. Nasdem misalnya disebut memiliki 128 kursi di DPR RI. Padahal hanya memiliki 59 kursi.

“Infografis yang ditayangkan pada Program Apa Kabar Pagi 25 Juni 2020 itu ternyata memang dibuat asal-asalan jauh dari akurasi. Mereka salah menyebut jumlah kursi di partai di DPR RI dan membagi dua kelompok partai dengan data yang tak mendasar,” jelas Ja’far.

Menurut Ja’far, secara tegas pimpinan PPP, baik di DPP maupun Fraksi PPP di DPR telah tegas menyatakan bahwa RUU HIP harus dihentikan. PPP di arus bawah yaitu DPW, DPC hingga sayap partai juga menolak.

Ja’far menegaskan bahwa pancasila tidak bisa didowngrade dengan memunculkan tafsirannya dalam undang-undang.

Baca Juga :  Istana: Tidak Masuk Akal Pernyataan Humphrey soal Isu Calon Menteri Diminta Rp 500 M

“Pancasila sudah final, dan kami sebagai kader PPP sudah konfirmasi kepada pimpinan PPP bahwa Fraksi PPP memutuskan untuk tidak membahas RUU HIP,” tegas Ja’far.

Pria lulusan UIN Sunan Kalijaga ini melihat bahwa TV One sengaja menframing berita yang bertujuan untuk menimbulkan kebencian antar warga Indonesia.

“Sudah seharusnya TV One minta maaf dan sebagai sebuah perusahan media harus bekerja secara profesional dan tidak mencari sensasi dengan menyebarkan hoax,” pungkas Ja’far.

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close