Nasional

Gus Rojih Mengaku Siap Gajinya Dipotong untuk Penanganan Corona

Sinarpembaruan.com, Jepara – Cucu almarhum KH. Maimoen Zubair, Rojih Ubab Maimoen mengaku sangat mendukung penanggulangan penyebaran virus corona, dengan memberikan sebagian gajinya untuk disumbangkan kepada yang memerlukan.

“Saya pun (Gus Rojih) siap apabila Pimpinan Fraksi PPP DPR RI akan memotong gaji saya bulan depan (April) untuk disumbangkan untuk penanganan virus Covid-19,” ujar Gus Rojih di Jepara, Rabu (25/3/2020).

Anggota DPR Komisi X Fraksi PPP ini mengaku prihatin bahwa wabah covid -19 bukan saja menelan korban jiwa dan merusak sendi-sendi ekonomi. Bahkan, saat ini kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di rumah demi menghindari menularnya virus itu antar sesama siswa dan lainnya.

“Kami sebagai anggota komisi X DPR mengusulkan kepada pemerintah agar UN (Ujian nasioal) di semua tingkatan ditiadakan dan alokasi anggaran untuk UN tersebut dialihkan untuk penanganan virus corona atau covid -19,” jelasnya.

Sebelumnya, Fraksi PPP mengusulkan kebijakan pemotongan gaji anggota DPR bulan April 2020 yang nanti disumbangkan untuk penanganan virus corona. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PPP DPR/Wakil Sekjen DPP PPP sekaligus Anggota Komisi VI DPR Achmad Baidowi.

“Fraksi PPP DPR mengusulkan kepada pimpinan DPR untuk melakukan kebijakan pemotongan gaji anggota DPR bulan April 2020 yang nanti disumbangkan untuk penangangan covid-19. Adapun jumlah besarannya kami serahkan sepenuhnya kepada pimpinan DPR,” terangnya.

Selain mengusulkan pemotongan gaji tersebut, Awiek juga menyebutkan bahwa Fraksi PPP mendesak pemerintah mengadakan dan mendistribusikan APD, Alkes, obat-obatan dan penunjang lainnya untuk pemberantasan covid-19 secara proporsional dan menjangkau daerah-daerah terpapar.

Secara internal, katanya, Fraksi PPP juga telah menginstruksikan seluruh kader yang duduk di legislatif mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota untuk membantu dalam penanganan covid-19 dalam bentuk pembagian masker, hand sanitizer, penyemprotan disinfektan kepada masyarakat, maupun melalui takmir masjid, musholla maupun pondok pesantren. (AR)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close