Nasional

Corona Mewabah, Aliansi Mahasiswa Minta Kepala Daerah Tak Cari Panggung

Sinarpembaruan.com, Jakarta – Aliansi  Mahasiswa dan Masyarakat Merah Putih  melakukan aksi massa di sepanjang jalan merdeka Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020). Aksi yang dihadiri ratusan peserta aksi itu menuntut kepada kepala daerah untuk tidak mempolitisir dan mencari panggung untuk kepentingan politik di tengah wabah virus corona yang melanda Indonesia. 

Franstio Budiman selaku Koordinator Lapangan (Korlap) menuturkan, jika penyebaran virus corona  di Indonesia sangat kecil di banding jumlah penduduk di Indonesia dan negara-negara lain. Disamping itu, penanganan yang dilakukan pemerintah pusat juga sudah maksimal, mulai dari pencegahan dan penanganannya.

“Namun kami melihat ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan isu virus corona ini untuk mencari panggung, seakan-akan Indonesia darurat virus corona, sehingga masyarakat menjadi tidak nyaman,” ucap Franstio, dalam rilis yang diterima redaksi sinarpembaruan.com.  

Menurut Franstio, Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat (Jabar) terkesan terlalu mendramatisir dan memanfaatkan isu corona. Pernyataan Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jabar justru membuat panik dan menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Disamping itu, pemberitaan media yang terlalu berlebihan terkait virus corona sehingga membuat masyarakat semakin resah dan kwatir,” katanya.

Sebab itu, Aliansi  Mahasiswa dan Masyarakat Merah Putih  menuntut berberapa hal sebagai sebagai berikut:

  1. Menghimbau kepada semua masyarakat agar tidak usah panik dan takut terkait virus corona yang melanda Indonesia, masyarakat tetap tenang dan tidak usah takut berlebihan dalam menjalankan aktivitas.
  2. Meminta kepada Pemprov DKI Jakarta dan Pemrpov Jawa Barat untuk tidak memanfaatkan isu corona sehingga membuat takut dan keresahan di tengah masyrakat,
  3. Meminta kepada Pemprov DKI Jakarta & Pemrpov Jabar jangan menghalangi segala aktifitas masyarakat
  4. Pemerintah daerah lainnya jangan mencari panggung dalam isu virus corona
  5. Meminta kepada Media untuk tidak melupakan UU pers dan penyiaran No.40 tahun 1999 & kode etik jurnalistik
  6. Meminta kepada media untuk tidak membuat berita framing dan hoax dalam pemberitaan virus corona.
  7. Kami juga meminta kepada dewan pers untuk mengawasi media agar tidak menyiarkan berita hoax yg meresahkkan masyarakat
  8. Kami juga meminta kepada dewan pers untuk menyelidiki ILC TV ONE yang diduga menghadirkan narasumber palsu (Firni) terkait virus corona
  9. Meminta kepada Media untuk meghentikan pemberitaan yang melebih-lebihkan tentang virus corona yang justru membuat masyarakat resah dan takut, seharusnya media lebih mengedukasi masyarakat dalam menagkal virus corona.
  10. Isu corona ini tidak boleh dibiarkan, karena akan dimanfaatkan oleh mafia dan para penjahat kapitalis, sehingga bisa melebar dan berdampak ke sektor lain seperti ekonomi, politik pendidikan dan lainya.
  11. Kami masyarakat dan mahasiswa tidak takut corona jadi jangan ditakut takutin, kami bangsa indonesia bukan bangsa penakut. (AT)
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close