Nasional

KPK Dinilai Tak Serius Cari Harun Masiku dan Nurhadi

Sinarpembaruan.com, Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak serius mencari Harun Masiku dan Nurhadi. ICW juga menilai KPK tak layak menyidangkan dua buronan itu melalui persidangan in absentia.

“Sampai hari ini publik tidak pernah melihat adanya keseriusan dan kemauan dari pimpinan KPK untuk benar-benar menemukan dan menangkap kedua buronan tersebut,” ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Menurut Kurnia, pelimpahan berkas perkara, barang bukti berikut dengan tersangka secara in absentia memang tertuang dalam Pasal 38 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah ke Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Akan tetapi, pasal itu bisa diterapkan dengan syarat khusus, yaitu penegak hukum harus terlebih dahulu berusaha menemukan fisik tersangka yang berstatus buron.

“Untuk saat ini, rasanya tidak tepat KPK langsung begitu saja menyidangkan Harun Masiku dan Nurhadi dengan metode in absentia,” tambah Kurnia.

Sebagai informasi, Harun Masiku adalah eks-Caleg PDIP yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terkait pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR yang turut menyeret eks-Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Nurhadi adalah mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) yang ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan suap dan gatifikasi terkait penanganan perkara di MA. (AT)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close