Nasional

Kasus Jiwasraya Jangan Ditarik Ke Ranah Politik

JAKARTA-Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyeret isu Jiwasraya ke politik. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, jika hal itu terjadi malah hanya akan menimbulkan kebuntuan.

“Saya kira kalau ditarik ke politik malah semakin kusut,” tegas Bhima  Kamis (26/12/2019).

Lanjut  Bhima, permasalahan yang membelit Jiwasraya agar cepat selesai, maka perlu diselesaikan secara hukum dan bukan ditarik ke ranah politik.

Apalagi kerugian negara yang timbul nilainya terbilang sangat tinggi, yakni Rp 13,7 triliun. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana Jiwasraya bisa mengembalikan uang rakyat atau nasabahnya.

“Kemudian polis untuk nasabah Jiwasraya segera dibayar,” kata Bhima.

Bhima tak menampik bahwa penyelesaian permasalahan Jiwasraya tak bisa diselesaikan dalam jangka waktu yang pendek.

“Dari sisi kebijakan, berbeda dengan bank. Kalau di bank ada LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), sedangkan untuk asuransi tidak ada lembaga penjamin seperti LPS,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, persoalan keuangan yang dialami PT Asuransi Jiwasraya sudah terjadi selama 10 tahun lebih. Tepatnya sejak masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Berdasarkan catatan perusahaan, Jiwasraya tidak dapat membayar klaim polis yang jatuh tempo pada periode Oktober-November 2019 sebesar Rp 12,4 triliun.

Kini Kejaksaan Agung sedang menyidik dugaan korupsi pengelolaan dana investasi Jiwasraya dengan perkiraan kerugian negara hingga Agustus lalu mencapai Rp 13,7 triliun.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close