Olahraga

GBK Bakal Dijadikan Trek Balap, Kemenpora Protes

Pusat pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) menuai protes dari warganet setelah mengizinkan ajang balap mobil digelar di kawasan GBK. Arena yang dipakai untuk adu cepat kendaraan roda empat itu ialah ring road Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Pihak PPKGBK menilai balap mobil bisa digelar setelah pukul 10.00 WIB. Pasalnya, menurut Direktur PPKGBK, Winarto, ring road SUGBK sepi dan tidak ada kegiatan. Keramaian baru ada pada rentang pukul 05.00 sampai 10.00 WIB dan 16.00 hingga 22.00 WIB.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) turut buka suara terkait polemik pergelaran bertajuk ‘GBK Race! Time Attack Challenge’ yang direncanakan pada 4-6 Oktober itu.

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S. Dewo Broto, meminta pihak PPKGBK mengkaji lebih dulu penyelenggaraan tersebut. Pasalnya, Kemenpora ingin tetap menjaga marwah GBK sebagai sarana dan prasarana olahraga yang tidak mengganggu kegiatan olahraga itu sendiri.

“Saya baru saja bicara cukup lama dengan Pak Winarto soal rencana GBK Race. Pak Winarto tidak membantah adanya kegiatan tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa ajang tersebbut baru trial (percobaan). Hasilnya sedang dianalisis dan dirapatkan pada Senin (23/9/2019) untuk mengetahui bisa atau tidak. Kegiatan itu digelar pada jam kosong (siang hari) dan hanya setahun sekali kemungkinannya,” tutur Gatot dalam keterangan resminya, Minggu (22/9/2019).

Ring road SUGBK yang biasa dijadikan tempat jogging masyarakat. Jakarta. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Pertentangan kembali muncul lantaran pengakuan Winarto tak sesuai dengan fakta yang dijabarkan Sesmenpora. Winarto menyebut sudah mendapat persetujuan Pengurus Pusat IMI (Ikatan Motor Indonesia).

“Kabarnya kegiatan tersebut sudah sepengetahuan PP IMI. Namun, ketika saya telepon Mas Sadikin Aksa (Ketum PP IMI) jam 09.57 WIB, ternyata baik IMI Pusat dan IMI DKI Jakarta tidak pernah memberikan rekomendasi atau izin penyelenggaraan,” kata Gatot.

Sesmenpora sejatinya mendukung kegiatan otomotif. Hanya, kegiatan balap selaiknya punya venue tersendiri.

“PPKGBK sebagai BLU (Badan Layanan Umum) juga butuh usaha mencari dana. Penjelasan PPKGBK, misal satu mobil mutar (tidak dalam bentuk balapan ramai), tetap saja yang dikedepankan adalah kecepatan. Istilah ‘race’ secara hukum berkonotasi balapan atau adu kecepatan. Meski satu per satu mobil mutar, tidak barengan, pasti yang diperbandingkan nanti adalah kecepatannya,” ujar Gatot.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot Sulistiantoro Dewa. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Bicara balap, Gatot lebih lanjut mengungkapkan bahwa ada adu kecepatan tentu sarat risiko kecelakaan. Menilik pandangan tersebut, ia tak ingin GBK Race menimbulkan kegaduhan publik baru.

“Kemenpora berharap PPKGBK untuk sangat berhati-hati supaya rencana tersebut dipertimbangkan nilai kemanfaatannya bagi publik atau sebaliknya. Ajang ini bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan publik yang tidak perlu. Isu Audisi Djarum tempo hari sudah diselesaikan sementara kegaduhannya. Jangan ada lagi kegaduhan yang lain,” kata Gatot.

Tak heran bahwa Sesmenpora secepatnya meminta PPKGBK mengadakan jumpa pers menjelaskan masalah tersebut. Gatot menginginkan minggu depan sudah ada kejelasan. (Kumparan)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close